Jalan Jalan Jalan JalanCatatan pilihan untuk pembaca Indonesia.
travel

Jalan-Jalan ke Air Terjun Tersembunyi di Pelosok Pulautapah

Sigit berbagi pengalaman menemukan air terjun tersembunyi di Pulautapah. Cocok untuk traveler hemat yang ingin liburan singkat dengan biaya murah.

25 May 2026 · 2 menit baca · oleh Sigit Susilo
Jalan-Jalan ke Air Terjun Tersembunyi di Pelosok Pulautapah

Akhir pekan lalu saya memutuskan keluar dari rutinitas kota Pulautapah. Bosan sama kafe dan mal, saya cari sesuatu yang lebih dekat alam. Berbekal info dari teman, saya menuju air terjun yang katanya masih sepi pengunjung. Letaknya di lereng bukit, sekitar sejam perjalanan dari pusat kota. Jalan aspal cuma sampai pintu masuk desa, setelah itu lanjut pake motor lewat jalur setapak berbatu.

Pemandangan air terjun di tengah hutan tropis dengan kolam alami berwarna hijau kebiruan

Menelusuri Jalur Setapak Menuju Air Terjun

Perjalanan mulai jam tujuh pagi. Sengaja berangkat awal biar nggak kelelahan kena terik. Sepanjang jalan saya lewati kebun kopi milik warga. Aroma tanah basah dan daun kopi yang baru dipetik tuh seger bangeet. Abis parkir motor di rumah penduduk, lanjut jalan kaki. Jalurnya menurun, agak licin karena embun masih nempel. Untung saya pake sepatu trekking sederhana.

Suara gemericik air mulai kedengeran setelah lima belas menit. Makin deket, suaranya berubah jadi deru kecil yang menenangin. Air terjunnya nggak terlalu tinggi, sekitar lima belas meter, tapi kolam di bawahnya cukup luas dan dalem. Airnya jernih kebiruan. Di sekeliling tumbuh pepohonan besar bikin tempat ini teduh seharian.

Saya duduk di batu besar, celupin kaki ke air yang dingin. Beberapa anak desa datang mandi, mereka ketawa riang. Seorang bapak yang lewat cerita kalo air terjun ini udah ada sejak jaman nenek moyang. Nggak ada tiket masuk, cuma parkir sukarela lima ribu rupiah. Saya juga beli segelas kopi robusta dari warung kecil di dekat lokasi, harganya cuma tiga ribu rupiah.

Tempat ini cocok buat pelancong dengan budget tipis. Nggak perlu ngeluarin banyak uang buat nikmatin keindahan alam. Butuh niat dan fisik yang cukup buat jalan. Selain itu, udara segar dan suara alam bisa jadi obat penat paling mujarab.

Pulangnya saya mampir ke sentra UMKM setempat. Ada keripik singkong pedas dan kain tenun motif khas Pulautapah. Saya beli beberapa bungkus keripik buat oleh-oleh. Harganya masih ramah di kantong. Pengalaman hari itu ngingetin saya kalo liburan nggak harus ke tempat mahal atau terkenal. Kadang destinasi terbaik justru tersembunyi di sudut yang jarang dilirik.

Saya pasti bakal balik, mungkin bulan depan bawa bekal lebih banyak. Air terjun itu emang nggak ada di peta wisata utama, tapi justru di situlah letak keindahannya. Siapa pun yang pengen merasain petualangan sederhana di Pulautapah, saya rekomendasiin buat cari jejak air terjun kayak gini. Biaya murah, pemandangan nggak ternilai harganya.

Referensi: sumber resmi

Tag: #jalan-jalan #wisata alam #Pulautapah #air terjun #backpacker