Menyusuri Jejak Alam di Pelosok Pulautapah

Akhir pekan lalu saya memutuskan untuk keluar dari rutinitas dan menjelajahi sisi lain Pulautapah yang jarang tersentuh wisatawan. Berbekal sepeda motor dan peta digital sederhana, saya meluncur ke arah utara menuju kawasan perbukitan yang konon menyimpan air terjun kecil di tengah hutan sekunder. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 45 menit dari pusat kota, tetapi medan berbatu dan tanjakan curam menguji nyali saya. Namun begitu sampai, semua rasa lelah terbayar lunas.
Air Terjun Tersembunyi di Bukit Kelana
Setelah memarkir motor di pinggir jalan setapak, saya berjalan kaki sekitar 15 menit menyusuri aliran sungai kecil. Suara gemericik air semakin jelas, dan di ujung jalur, tiba-tiba terbentang air terjun setinggi delapan meter dengan kolam alami berwarna hijau toska. Saya langsung duduk di atas batu besar sambil merendam kaki. Airnya segar dan sangat jernih. Tidak ada kios atau pedagang di sini, hanya suara burung dan desir angin. Saya membawa bekal roti isi dan air minum sendiri, sesuai tips yang sering saya baca di komunitas backpacker lokal. Kebetulan, saat itu ada dua penduduk setempat yang sedang mengambil air dari pancuran samping air terjun. Mereka ramah bercerita bahwa tempat ini dulu adalah tempat pemandian keluarga, dan kini mulai dikenal anak muda yang mencari spot foto alami.
Tempat seperti ini sangat cocok untuk traveler hemat. Tidak ada tiket masuk, hanya perlu menyisihkan sedikit tenaga untuk trekking. Bagi keluarga muda, pastikan anak-anak dalam pengawasan karena bebatuan lumayan licin. Bawalah sandal gunung atau sepatu anti-slip, serta jangan lupa membawa plastik untuk membawa pulang sampah. Sayang jika keindahan seperti ini tercemar limbah pengunjung. Saya sendiri duduk cukup lama menikmati suasana, sesekali berfoto dengan kamera ponsel tanpa filter — karena alam memang sudah menyajikan warna terbaiknya Bisa juga lihat jalan jalan.
Bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang konsep wisata alam berkelanjutan, saya merekomendasikan membaca halaman Wikipedia tentang wisata alam sebagai referensi tambahan.
Sore mulai turun, saya meninggalkan air terjun dengan perasaan damai. Perjalanan pulang terasa lebih ringan, mungkin karena hati sudah dipenuhi ketenangan. Pulautapah memang tidak punya mal besar atau taman bermain modern, tapi kekayaan alaminya menjadi tawaran liburan singkat yang paling jujur. Cukup seminggu sekali keluar sejenak, kita bisa kembali segar menjalani hari-hari.
Untuk konteks lebih: sumber resmi